Modul Penyusunan Soal HOTs SMA Semua Mata Pelajaran
Rabu, Juli 24, 2019
Berikut ini Modul Penyusunan Soal HOTs SMA Semua Mata Pelajaran dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan dalam format PDF yang bisa di Download Gratis.
Kebutuhan terhadap lulusan yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif inilah yang menjadi kompetensi lulusan utama pada kurikulum 2013. Pengembangan kurikulum ini didasarkan prinsip pokok, yaitu kompetensi lulusan yang didasarkan atas kebutuhan, isi kurikulum dan mata pelajaran yang diturunkan secara langsung dari kebutuhan kompetensi, mata pelajaran yang kontributif pada pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penerapan prinsip-prinsip yang esensial ini diharapkan agar implementasi kurikulum 2013 menghasilkan lulusan yang siap menghadapi abad 21.
Sebagai bagian yang utuh dan selaras dengan komponen kurikulum 2013, penilaian berperan untuk menstimulus capaian pembelajaran yang salah satunya membangun sikap kritis. Untuk membangun kemampuan Critical Thinking and Problem Solving, instrumen penilaian diarahkan pada soal berstandar internasional, yaitu Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Buku ini merupakan modul penyusunan soal Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam sebuah penilaian yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan kemampuan berpikir kritis bagi siswa.
Modul ini menjelaskan strategi penyusunan soal Keterampilan Berpikir Tungkat Tinggi yang secara garis besar memuat tentang latar belakang, konsep dasar penyusunan soal HOTS, penyusunan soal HOTS mata pelajaran dan dan contoh soal HOTS, strategi implementasi penyusunan soal HOTS. Modul ini diharapkan menjadi referensi agar kegiatan bimbingan teknis penyusunan soal HOTS berjalan dengan lancar sehingga pada akhirnya mampu mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu lulusan yang krisis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Pendidikan pada era revolusi industri 4.0 diarahkan untuk pengembangan kompetensi abad ke-21, yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu kompetensi berpikir, bertindak, dan hidup di dunia. Komponen berpikir meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah. Komponen bertindak meliputi komunikasi, kolaborasi, literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Komponen hidup di dunia meliputi inisiatif, mengarahkan diri (self-direction), pemahaman global, serta tanggung jawab sosial. Munculnya; (1) literasi baru, yaitu kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital, (2) literasi teknologi, yaitu kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, and engineering principles), dan (3) literasi manusia terkait dengan humanities, communication, collaboration, merupakan tantangan tersendiri untuk bisa hidup pada abad ke-21.
Terkait dengan isu perkembangan pendidikan di tingkat internasional, Kurikulum 2013 dirancang dengan berbagai penyempurnaan. Pertama, pada standar isi, yaitu mengurangi materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi siswa serta diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional. Kedua, pada standar penilaian, dengan mengadaptasi secara bertahap model-model penilaian standar internasional. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) karena keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat mendorong siswa untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.
Kurikulum 2013 lebih diarahkan untuk membekali siswa sejumlah kompetensi yang dibutuhkan menyongsong abad ke-21. Beberapa kompetensi penting yang dibutuhkan pada abad ke-21, yaitu 4C yang terdiri atas (1) critical thinking (kemampuan berpikir kritis) bertujuan agar siswa dapat memecahkan berbagai permasalahan kontekstual menggunakan logika-logika yang kritis dan rasional; (2) creativity (kreativitas) mendorong siswa untuk kreatif menemukan beragam solusi, merancang strategi baru, atau menemukan cara-cara yang tidak lazim digunakan sebelumnya; (3) collaboration (kerjasama) memfasilitasi siswa untuk memiliki kemampuan bekerja dalam tim, toleran, memahami perbedaan, mampu untuk hidup bersama untuk mencapai suatu tujuan; dan (4) communication (kemampuan berkomunikasi) memfasilitasi siswa untuk mampu berkomunikasi secara luas, kemampuan menangkap gagasan/informasi, kemampuan menginterpretasikan suatu informasi, dan kemampuan berargumen dalam arti luas.
Hasil telaah butir soal yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA pada Pendampingan USBN tahun pelajaran 2018/2019 terhadap 26 mata pelajaran pada 136 SMA Rujukan yang tersebar di 34 Provinsi, menunjukkan bahwa dari 1.779 butir soal yang dianalisis sebagian besar ada pada Level-1 (pengetahuan dan pemahaman) dan Level-2 (aplikasi). Dari 136 SMA Rujukan, hanya 27 sekolah yang menyusun soal HOTS sebanyak 20% dari seluruh soal USBN yang dibuat, 84 sekolah menyusun soal HOTS di bawah 20%, dan 25 sekolah menyatakan tidak tahu apakah soal yang disusun HOTS atau tidak. Hal itu tidak sesuai dengan tuntutan penilaian Kurikulum 2013 yang lebih meningkatkan implementasi model-model penilaian HOTS.
Selain itu, hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai siswa Indonesia sangat rendah. Pada umumnya kemampuan siswa Indonesia sangat rendah dalam (1) mengintegrasikan informasi, (2) menggeneralisasi kasus demi kasus menjadi suatu solusi yang umum, (3) memformulasikan masalah dunia nyata ke dalam konsep mata pelajaran, dan (4) melakukan investigasi.
Berdasarkan fakta-fakta di atas, maka perlu adanya perubahan sistem dalam pembelajaran dan penilaian. Soal-soal yang dikembangkan oleh guru diharapkan dapat mendorong peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan kreativitas, dan membangun kemandirian siswa untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan SMA menyusun Modul Penyusunan Soal HOTS bagi guru SMA.
Modul penyusunan soal HOTS disusun dengan tujuan sebagai berikut.
Sesuai dengan tujuan penyusunan modul di atas, maka hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut.
Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuanmengingat (remembering-C1), memahami (understanding-C2), menerapkan (applying-C3), menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating- C5), dan mencipta (creating-C6). Soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mencipta (creating-C6). Kata kerja operasional (KKO) yang ada pada pengelompokkan Taksonomi Bloom menggambarkan proses berpikir, bukanlah kata kerja pada soal. Ketiga kemampuan berpikir tinggi ini (analyzing, evaluating, dan creating) menjadi penting dalam menyelesaikan masalah, transfer pembelajaran (transfer of learning) dan kreativitas.
Dilihat dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.
Dalam struktur soal-soal HOTS, umumnya menggunakan stimulus. Stimulus merupakan dasar berpijak untuk memahami informasi. Dalam konteks HOTS, stimulus yang disajikan harus bersifat kontekstual dan menarik. Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain. Stimulus juga dapat bersumber dari permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar sekolah seperti budaya, adat, kasus-kasus di daerah, atau berbagai keunggulan yang terdapat di daerah tertentu. Stimulus yang baik memuat beberapa informasi/gagasan, yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan mencari hubungan antarinformasi, transfer informasi, dan terkait langsung dengan pokok pertanyaan.
Modul Penyusunan Soal HOTs Higher Order Thinking Skills
Pendidikan sebagai ujung tombak kemajuan suatu bangsa hendaknya memberikan pelayanan yang selaras dengan tuntutan zaman. Seseorang yang hidup di abad ke-21 dituntut berbagai keterampilan relevan yang harus dikuasai agar dapat beradaptasi dan berkontribusi sehingga menjadi pribadi yang sukses. Tuntutan kemampuan abad 21 yang semakin kompetitif menuntut empat kompetensi, yaitu Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation, Communication, dan Collaboration. Pendidikan sebagai pengemban peran reformatif dan transformatif harus mampu mempersiapkan siswa untuk menguasai berbagai keterampilan tersebut.
Kebutuhan terhadap lulusan yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif inilah yang menjadi kompetensi lulusan utama pada kurikulum 2013. Pengembangan kurikulum ini didasarkan prinsip pokok, yaitu kompetensi lulusan yang didasarkan atas kebutuhan, isi kurikulum dan mata pelajaran yang diturunkan secara langsung dari kebutuhan kompetensi, mata pelajaran yang kontributif pada pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penerapan prinsip-prinsip yang esensial ini diharapkan agar implementasi kurikulum 2013 menghasilkan lulusan yang siap menghadapi abad 21.
Sebagai bagian yang utuh dan selaras dengan komponen kurikulum 2013, penilaian berperan untuk menstimulus capaian pembelajaran yang salah satunya membangun sikap kritis. Untuk membangun kemampuan Critical Thinking and Problem Solving, instrumen penilaian diarahkan pada soal berstandar internasional, yaitu Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Buku ini merupakan modul penyusunan soal Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam sebuah penilaian yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan kemampuan berpikir kritis bagi siswa.
Modul ini menjelaskan strategi penyusunan soal Keterampilan Berpikir Tungkat Tinggi yang secara garis besar memuat tentang latar belakang, konsep dasar penyusunan soal HOTS, penyusunan soal HOTS mata pelajaran dan dan contoh soal HOTS, strategi implementasi penyusunan soal HOTS. Modul ini diharapkan menjadi referensi agar kegiatan bimbingan teknis penyusunan soal HOTS berjalan dengan lancar sehingga pada akhirnya mampu mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu lulusan yang krisis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Pendidikan pada era revolusi industri 4.0 diarahkan untuk pengembangan kompetensi abad ke-21, yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu kompetensi berpikir, bertindak, dan hidup di dunia. Komponen berpikir meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah. Komponen bertindak meliputi komunikasi, kolaborasi, literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Komponen hidup di dunia meliputi inisiatif, mengarahkan diri (self-direction), pemahaman global, serta tanggung jawab sosial. Munculnya; (1) literasi baru, yaitu kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital, (2) literasi teknologi, yaitu kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, and engineering principles), dan (3) literasi manusia terkait dengan humanities, communication, collaboration, merupakan tantangan tersendiri untuk bisa hidup pada abad ke-21.
Terkait dengan isu perkembangan pendidikan di tingkat internasional, Kurikulum 2013 dirancang dengan berbagai penyempurnaan. Pertama, pada standar isi, yaitu mengurangi materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi siswa serta diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional. Kedua, pada standar penilaian, dengan mengadaptasi secara bertahap model-model penilaian standar internasional. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) karena keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat mendorong siswa untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.
Kurikulum 2013 lebih diarahkan untuk membekali siswa sejumlah kompetensi yang dibutuhkan menyongsong abad ke-21. Beberapa kompetensi penting yang dibutuhkan pada abad ke-21, yaitu 4C yang terdiri atas (1) critical thinking (kemampuan berpikir kritis) bertujuan agar siswa dapat memecahkan berbagai permasalahan kontekstual menggunakan logika-logika yang kritis dan rasional; (2) creativity (kreativitas) mendorong siswa untuk kreatif menemukan beragam solusi, merancang strategi baru, atau menemukan cara-cara yang tidak lazim digunakan sebelumnya; (3) collaboration (kerjasama) memfasilitasi siswa untuk memiliki kemampuan bekerja dalam tim, toleran, memahami perbedaan, mampu untuk hidup bersama untuk mencapai suatu tujuan; dan (4) communication (kemampuan berkomunikasi) memfasilitasi siswa untuk mampu berkomunikasi secara luas, kemampuan menangkap gagasan/informasi, kemampuan menginterpretasikan suatu informasi, dan kemampuan berargumen dalam arti luas.
Hasil telaah butir soal yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA pada Pendampingan USBN tahun pelajaran 2018/2019 terhadap 26 mata pelajaran pada 136 SMA Rujukan yang tersebar di 34 Provinsi, menunjukkan bahwa dari 1.779 butir soal yang dianalisis sebagian besar ada pada Level-1 (pengetahuan dan pemahaman) dan Level-2 (aplikasi). Dari 136 SMA Rujukan, hanya 27 sekolah yang menyusun soal HOTS sebanyak 20% dari seluruh soal USBN yang dibuat, 84 sekolah menyusun soal HOTS di bawah 20%, dan 25 sekolah menyatakan tidak tahu apakah soal yang disusun HOTS atau tidak. Hal itu tidak sesuai dengan tuntutan penilaian Kurikulum 2013 yang lebih meningkatkan implementasi model-model penilaian HOTS.
Selain itu, hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai siswa Indonesia sangat rendah. Pada umumnya kemampuan siswa Indonesia sangat rendah dalam (1) mengintegrasikan informasi, (2) menggeneralisasi kasus demi kasus menjadi suatu solusi yang umum, (3) memformulasikan masalah dunia nyata ke dalam konsep mata pelajaran, dan (4) melakukan investigasi.
Berdasarkan fakta-fakta di atas, maka perlu adanya perubahan sistem dalam pembelajaran dan penilaian. Soal-soal yang dikembangkan oleh guru diharapkan dapat mendorong peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan kreativitas, dan membangun kemandirian siswa untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan SMA menyusun Modul Penyusunan Soal HOTS bagi guru SMA.
Mata Pelajaran Modul Penyusunan Soal HOTs SMA
Adapun Modul Panduan Penyusunan Soal HOTs SMA meliputi mata Pelajaran :
Adapun Modul Panduan Penyusunan Soal HOTs SMA meliputi mata Pelajaran :
- PA Islam
- PA Kristen
- PA Katholik
- PA Hindu
- PA Khongucu
- PA Katholik
- PPKn
- Bahasa Indonesia
- Sejarah Indonesia
- Bahasa Inggris
- Seni Budaya
- PJOK
- PKWU
- Matematika
- Fisika
- Biologi
- Kimia
- Geografi
- Ekonomi
- Sosiologi
- Sejarah
- Bahasa dan Sastra Indonesia
- Bahasa dan Sastra Inggris
- Bahasa dan Sastra Arab
- Bahasa dan Sastra Mandarin
- Bahasa dan Sastra Jepang
- Bahasa dan Sastra Korea
- Bahasa dan Sastra Jerman
- Bahasa dan Sastra Perancis
- Antropologi
Tujuan Modul Penyusunan Soal HOTs SMA
Modul penyusunan soal HOTS disusun dengan tujuan sebagai berikut.
- Memberikan pemahaman kepada guru SMA tentang konsep dasar penyusunan Soal HOTS;
- Meningkatkan keterampilan guru SMA untuk menyusun Soal HOTS;
- Memberikan pedoman bagi pengambil kebijakan baik di tingkat pusat dan daerah untuk melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang penyusunan Soal HOTS.
Sesuai dengan tujuan penyusunan modul di atas, maka hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut.
- Meningkatnya pemahaman guru SMA tentang konsep dasar penyusunan soal HOTS;
- Meningkatnya keterampilan guru SMA untuk menyusun soal HOTS;
- Terorganisasinya pola pembinaan dan sosialisasi tentang menyusun soal HOTS.
Dengan Adanya Panduan Penyusunan Soal HOTs ini bapak/ibu Guru mata pelajaran bisa membuat :
- Perbandingan asesmen tradisional dan kontekstual
- Dimensi proses berfikir
- Gardasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
- Rumusan KD kelas X, XI, dan XII
- Contoh Stimulus
- Contoh penjabaran KD
- Kisi-kisi soal
- Kartu soal 1a PG HOTS
- Kartu soal 1b PG tidak HOTS
- Kartu soal 2a uraiaan HOTS
- Kartu soal 2b PG tidak HOTS
- Kartu soal 3a PG HOTS
- Kartu soal 3b PG tidak HOTS
- Kartu soal 3c PG HOTS
- Kartu soal 4a PG HOTS
- Kartu soal 4b PG tidak HOTS
- Kartu soal 4c uraian HOTS
- Kartu soal 5a PG HOTS
- Kartu soal 5b PG HOTS
- Kartu soal 5c PG tidak HOTS
- Kartu soal 5d uraian HOTS
- Instrumen telaah soal HOTS bentuk PG
- Instrumen telaah soal HOTS bentuk uraian
Konsep Dasar Penyusunan Soal Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
Penilaian HOTS tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran HOTS. Tugas guru bukan hanya melakukan penilaian HOTS, melainkan juga harus mampu melaksanakan pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih efektif. Prinsip umum untuk menilai berpikir tingkat tinggi sebagai berikut.- Menentukan secara tepat dan jelas apa yang akan dinilai;
- Merencanakan tugas yang menuntut siswa untuk menunjukkan keterampilan berpikir tingkat tinggi;
- Menentukan langkah apa yang akan diambil sebagai bukti peningkatan pengetahuan dan kecakapan siswa yang telah ditunjukkan dalam proses.
- Menyajikan stimulus bagi siswa untuk dipikirkan, biasanya dalam bentuk pengantar teks, visual, skenario, wacana, atau masalah (kasus);
- Menggunakan permasalahan baru bagi siswa, belum dibahas di kelas, dan bukan pertanyaan hanya untuk proses mengingat;
- Membedakan antara tingkat kesulitan soal (mudah, sedang, atau sulit) dan level kognitif (berpikir tingkat rendah dan berpikir tingkat tinggi).
Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuanmengingat (remembering-C1), memahami (understanding-C2), menerapkan (applying-C3), menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating- C5), dan mencipta (creating-C6). Soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mencipta (creating-C6). Kata kerja operasional (KKO) yang ada pada pengelompokkan Taksonomi Bloom menggambarkan proses berpikir, bukanlah kata kerja pada soal. Ketiga kemampuan berpikir tinggi ini (analyzing, evaluating, dan creating) menjadi penting dalam menyelesaikan masalah, transfer pembelajaran (transfer of learning) dan kreativitas.
Dilihat dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.
Dalam struktur soal-soal HOTS, umumnya menggunakan stimulus. Stimulus merupakan dasar berpijak untuk memahami informasi. Dalam konteks HOTS, stimulus yang disajikan harus bersifat kontekstual dan menarik. Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain. Stimulus juga dapat bersumber dari permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar sekolah seperti budaya, adat, kasus-kasus di daerah, atau berbagai keunggulan yang terdapat di daerah tertentu. Stimulus yang baik memuat beberapa informasi/gagasan, yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan mencari hubungan antarinformasi, transfer informasi, dan terkait langsung dengan pokok pertanyaan.
Karakteristik Soal HOTs (Higher Order Thinking Skills)
Soal-soal HOTS direkomendasikan untuk digunakan pada berbagai bentuk penilaian hasil belajar. Untuk menginspirasi guru menyusun soal-soal HOTS di tingkat satuan pendidikan, berikut karakteristik soal-soal HOTS.
- Mengukur Keterampilan berpikir Tingkat Tinggi
- Berbasis Permasalahan Kontekstual dan Menarik (Contextual and Trending Topic)
- Tidak Rutin dan Mengusung Kebaruan
Langkah-Langkah Penyusunan Soal HOTs
1. Menganalisis KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS
Terlebih dahulu guru memilih KD yang dapat dibuatkan soal HOTS. Tidak semua KD dapat dibuatkan model-model soal HOTS. Pilihlah KD yang memuat KKO yang pada ranah C4, C5, atau C6. Para Guru secara mandiri atau melalui forum MGMP dapat melakukan analisis terhadap KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS.
2. Menyusun kisi-kisi soal
Kisi-kisi penulisan soal-soal HOTS bertujuan untuk membantu para guru menulis butir soal HOTS. Kisi-kisi tersebut diperlukan untuk memandu guru dalam: (a) menentukan kemampuan minimal tuntutan KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS, (b) memilih materi pokok yang terkait dengan KD yang akan diuji, (c) merumuskan indikator soal, dan (d) menentukan level kognitif.
3. Merumuskan Stimulus yang Menarik dan Kontekstua
Stimulus yang digunakan harus menarik, artinya stimulus harus dapat mendorong siswa untuk membaca stimulus. Stimulus yang menarik umumnya baru, belum pernah dibaca oleh siswa, atau isu-isu yang sedang mengemuka. Sedangkan stimulus kontekstual berarti stimulus yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, mendorong siswa untuk membaca. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menyusun stimulus soal HOTS: (1) pilihlah beberapa informasi dapat berupa gambar, grafik, tabel, wacana, dll. yang memiliki keterkaitan dalam sebuah kasus (2) stimulus hendaknya menuntut kemampuan menginterpretasi, mencari hubungan, menganalisis, menyimpulkan, atau menciptakan; (3) pilihlah kasus/permasalahan kontekstual dan menarik (terkini) yang memotivasi siswa untuk membaca (pengecualian untuk mapel Bahasa, Sejarah boleh tidak kontekstual); dan (4) terkait langsung dengan pertanyaan (pokok soal), dan berfungsi.
4. Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal
Setiap butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal HOTS. Kaidah penulisan butir soal HOTS, pada dasarnya hampir sama dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Perbedaannya terletak pada aspek materi (harus disesuaikan dengan karakteristik soal HOTS di atas), sedangkan pada aspek konstruksi dan bahasa relatif sama. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal, sesuai format terlampir.
5. Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban
Setiap butir soal HOTS yang ditulis harus dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pedoman penskoran dibuat untuk soal uraian. Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk soal pilihan ganda, dan isian singkat.
Download Modul Penyusunan Soal HOTs SMA Semua Mata Pelajaran
Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas dari Modul Penyusunan Soal HOTs SMA Semua Mata Pelajaran silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:
Preview Modul Penyusunan Soal HOTs SMA Pendidikan Agama Islam
Download File :
1. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Islam.pdf Download
2. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Kristen.pdf Download
3. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Katholik.pdf Download
4. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Hindu.pdf Download
6. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Khongucu.pdf Download
5. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Katholik.pdf Download
7. Modul Penyusunan Soal HOTS PPKn.pdf Download
8. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa Indonesia.pdf Download
9. Modul Penyusunan Soal HOTS Sejarah Indonesia.pdf Download
10. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa Inggris.pdf Download
11. Modul Penyusunan Soal HOTS Seni Budaya.pdf Download
12. Modul Penyusunan Soal HOTS PJOK.pdf Download
13. Modul Penyusunan Soal HOTS PKWU.pdf Download
14. Modul Penyusunan Soal HOTS Matematika.pdf Download
15. Modul Penyusunan Soal HOTS Fisika.pdf Download
16. Modul Penyusunan Soal HOTS Biologi.pdf Download
17. Modul Penyusunan Soal HOTS Kimia.pdf Download
18. Modul Penyusunan Soal HOTS Geografi.pdf Download
19. Modul Penyusunan Soal HOTS Ekonomi.pdf Download
21. Modul Penyusunan Soal HOTS Sosiologi.pdf Download
20. Modul Penyusunan Soal HOTS Sejarah.pdf Download
22. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Indonesia.pdf Download
23. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Inggris.pdf Download
24. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Arab.pdf Download
25. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Mandarin.pdf Download
26. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Jepang.pdf Download
27. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Korea.pdf Download
28. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Jerman.pdf Download
29. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Perancis.pdf Download
30. Modul Penyusunan Soal HOTS Antropologi.pdf Download
Itulah kiranya berbagi Informasi dan File Modul Panduan Penyusunan Soal HOTs SMA Semua Mata Pelajaran, semoga bisa membantu Bapak/Ibu Guru di SMA yang akan menyusun Soal HOTs sebagai bagian dari Kurikulum 2013 Revisi 2018.
1. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Islam.pdf Download
2. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Kristen.pdf Download
3. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Katholik.pdf Download
4. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Hindu.pdf Download
6. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Khongucu.pdf Download
5. Modul Penyusunan Soal HOTS PA Katholik.pdf Download
7. Modul Penyusunan Soal HOTS PPKn.pdf Download
8. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa Indonesia.pdf Download
9. Modul Penyusunan Soal HOTS Sejarah Indonesia.pdf Download
10. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa Inggris.pdf Download
11. Modul Penyusunan Soal HOTS Seni Budaya.pdf Download
12. Modul Penyusunan Soal HOTS PJOK.pdf Download
13. Modul Penyusunan Soal HOTS PKWU.pdf Download
14. Modul Penyusunan Soal HOTS Matematika.pdf Download
15. Modul Penyusunan Soal HOTS Fisika.pdf Download
16. Modul Penyusunan Soal HOTS Biologi.pdf Download
17. Modul Penyusunan Soal HOTS Kimia.pdf Download
18. Modul Penyusunan Soal HOTS Geografi.pdf Download
19. Modul Penyusunan Soal HOTS Ekonomi.pdf Download
21. Modul Penyusunan Soal HOTS Sosiologi.pdf Download
20. Modul Penyusunan Soal HOTS Sejarah.pdf Download
22. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Indonesia.pdf Download
23. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Inggris.pdf Download
24. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Arab.pdf Download
25. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Mandarin.pdf Download
26. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Jepang.pdf Download
27. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Korea.pdf Download
28. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Jerman.pdf Download
29. Modul Penyusunan Soal HOTS Bahasa dan Sastra Perancis.pdf Download
30. Modul Penyusunan Soal HOTS Antropologi.pdf Download
Itulah kiranya berbagi Informasi dan File Modul Panduan Penyusunan Soal HOTs SMA Semua Mata Pelajaran, semoga bisa membantu Bapak/Ibu Guru di SMA yang akan menyusun Soal HOTs sebagai bagian dari Kurikulum 2013 Revisi 2018.